
Ketika kucing peliharaan Anda menunjukkan tanda sakit atau demam, seringkali muncul pertanyaan: apakah Paracetamol bisa untuk kucing? Sayangnya, jawabannya sangat...
Scabies pada kucing adalah salah satu penyakit kulit yang sering diderita oleh kucing peliharaan. Penyakit ini disebabkan oleh infestasi tungau yang hidup dan berkembang biak di kulit kucing, menimbulkan rasa gatal, iritasi, dan kerontokan bulu. Jika tidak segera ditangani, scabies bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan menular ke kucing lain bahkan ke manusia. Oleh karena itu, penting bagi pemilik kucing untuk memahami apa itu scabies pada kucing, tanda-tanda yang muncul, serta bagaimana cara pengobatan dan pencegahannya.
Scabies pada kucing, yang juga dikenal sebagai kudis, adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau Notoedres cati. Tungau ini menggali liang di lapisan atas kulit kucing, menyebabkan gatal intens dan peradangan. Scabies berbeda dengan jenis kutu biasa, karena tungau ini hidup di dalam kulit, bukan hanya di permukaan bulu.
Penyebab utama scabies pada kucing adalah infestasi tungau Notoedres cati. Tungau ini dapat menular dengan mudah melalui kontak langsung antar kucing atau dengan benda-benda yang terkontaminasi seperti tempat tidur, mainan, atau pakaian. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko scabies pada kucing meliputi:
Kontak dengan kucing yang terinfeksi
Lingkungan yang kotor atau padat
Sistem kekebalan kucing yang lemah
Kurangnya perawatan dan kebersihan rutin
Gejala scabies pada kucing biasanya muncul dalam beberapa minggu setelah terinfeksi. Berikut adalah tanda-tanda yang umum terlihat:
Gatal yang sangat hebat, kucing sering menggaruk dan menggosok-gosok tubuhnya
Kerontokan bulu terutama di sekitar kepala, telinga, leher, dan kaki depan
Kulit menjadi merah, meradang, dan terdapat sisik atau kerak
Luka lecet akibat garukan berlebihan
Bau tidak sedap dari kulit
Kucing tampak gelisah dan tidak nyaman
Scabies pada kucing sering menyerang area dengan bulu tipis seperti telinga, sekitar mata, leher, dan kaki depan. Area ini menjadi pusat peradangan dan gatal.
Penularan scabies pada kucing biasanya melalui:
Kontak langsung antara kucing yang sehat dengan kucing yang terinfeksi
Berbagi tempat tidur, mangkuk makanan, atau mainan yang sudah terkontaminasi tungau
Lingkungan yang tidak bersih
Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik pada kucing dan mengambil sampel kulit (skin scraping) untuk dianalisa di laboratorium. Pemeriksaan mikroskopis ini bertujuan menemukan tungau, telur, atau kotoran tungau yang membuktikan adanya infestasi scabies.
Pengobatan scabies pada kucing harus dilakukan secara tuntas agar tungau benar-benar hilang dan mencegah penularan lebih luas.
Pastikan pengobatan dilakukan sesuai instruksi dokter hewan dan diulang sesuai jadwal
Jaga kebersihan lingkungan agar tungau tidak kembali
Pisahkan kucing yang sakit dari kucing lain untuk menghindari penularan
Perhatikan nutrisi dan kesehatan umum kucing agar daya tahan tubuhnya kuat
Scabies pada kucing memang bisa menular ke manusia, terutama melalui kontak langsung dengan kucing yang terinfeksi. Namun, tungau Notoedres cati biasanya tidak bertahan lama di kulit manusia dan gejala yang muncul pun bersifat sementara. Meski demikian, penting untuk berhati-hati dan segera lakukan penanganan jika terjadi kontak.
Untuk mencegah scabies pada kucing, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:
Rutin memeriksakan kesehatan kucing ke dokter hewan
Menjaga kebersihan lingkungan dan tempat tidur kucing
Menghindari kontak kucing dengan kucing lain yang dicurigai sakit
Melakukan perawatan bulu dan kulit secara rutin
Memberikan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh kucing
Scabies pada kucing adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Notoedres cati yang menimbulkan gatal, kerontokan bulu, dan iritasi kulit. Penyakit ini sangat menular dan perlu penanganan yang tepat dari dokter hewan. Dengan mengenali gejala, cara penularan, serta melakukan pengobatan dan pencegahan dengan benar, pemilik kucing dapat menjaga kesehatan dan kenyamanan hewan peliharaan mereka.

Ketika kucing peliharaan Anda menunjukkan tanda sakit atau demam, seringkali muncul pertanyaan: apakah Paracetamol bisa untuk kucing? Sayangnya, jawabannya sangat...

Kucing dikenal sebagai hewan yang sering tidur, bahkan hingga 15–20 jam per hari. Namun, ketika Kucing Kamu Terlihat Lesu lebih...

Kucing sering dipandang sebagai hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Namun, ternyata lebih dari sekadar itu, manfaat memelihara kucing bisa...

Ciri-Ciri Kucing Birahi: Panduan untuk Pemilik Anabul September 4, 2025 Masa birahi pada kucing, atau estrus, adalah periode di mana...