
Ketika kucing peliharaan Anda menunjukkan tanda sakit atau demam, seringkali muncul pertanyaan: apakah Paracetamol bisa untuk kucing? Sayangnya, jawabannya sangat...
Cacingan pada kucing adalah masalah kesehatan yang umum namun sering diabaikan. Infeksi cacing dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada kucing, seperti penurunan berat badan, diare, muntah, dan bahkan anemia. Oleh karena itu, penting bagi pemilik kucing untuk mengetahui cara mencegah cacingan agar hewan peliharaan tetap sehat dan bahagia.
Kucing dapat terinfeksi cacing melalui beberapa cara, antara lain:
Menelan telur cacing: Telur cacing dapat ditemukan di lingkungan yang terkontaminasi, seperti tanah, pasir, atau makanan yang tidak higienis.
Memangsa hewan terinfeksi: Kucing yang berburu tikus atau hewan pengerat lainnya berisiko menelan cacing yang ada dalam tubuh mangsanya.
Kutu: Kutu yang menginfeksi kucing dapat membawa larva cacing pita.
Kontak dengan kotoran kucing lain: Berbagi litter box atau kontak langsung dengan kotoran kucing lain yang terinfeksi cacing dapat menyebabkan penularan.
Pemberian obat cacing secara rutin adalah langkah utama dalam mencegah cacingan pada kucing. Untuk anak kucing, pemberian obat cacing pertama kali dilakukan pada usia 3 minggu, kemudian setiap dua minggu hingga usia 16 minggu.Setelah itu, pemberian obat cacing dilakukan setiap 1–3 bulan sekali. Pada kucing dewasa, pemberian obat cacing setiap 1–3 bulan sudah cukup untuk mencegah infeksi cacing.
Lingkungan yang bersih dapat mengurangi risiko penularan cacing. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Membersihkan litter box setiap hari dan mencucinya dengan sabun serta air bersih secara rutin.
Menjaga kebersihan area tempat tinggal kucing, termasuk tempat tidur dan mainannya.
Menghindari kucing dari area yang terkontaminasi kotoran hewan lain.
Memberikan makanan yang bersih dan aman sangat penting untuk mencegah cacingan. Hindari memberi kucing makanan mentah atau jeroan yang tidak dimasak dengan baik, karena berisiko mengandung telur cacing. Pastikan juga air minum kucing selalu bersih dan segar.
Kutu dapat menjadi vektor penyebaran cacing pita. Gunakan produk antiparasit yang direkomendasikan oleh dokter hewan untuk mengontrol infestasi kutu pada kucing. Selain itu, mandikan kucing secara berkala dengan sampo khusus kucing untuk menjaga kebersihan kulit dan bulunya.
Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi dini adanya infeksi cacing atau masalah kesehatan lainnya. Dokter hewan dapat melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium untuk memastikan kondisi kesehatan kucing Anda.
Kenali gejala-gejala berikut yang dapat menunjukkan bahwa kucing Anda terinfeksi cacing:
Perut membuncit atau keras.
Muntah, kadang disertai cacing.
Diare atau konstipasi.
Berat badan menurun meskipun nafsu makan normal.
Bulu kusam dan rontok.
Kucing terlihat lesu atau kurang aktif.
Sering menggaruk atau menjilat area anus.
Jika Anda melihat gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Mencegah cacingan pada kucing memerlukan perhatian dan perawatan yang rutin. Dengan memberikan obat cacing secara teratur, menjaga kebersihan lingkungan, mengontrol kutu, dan memeriksakan kesehatan kucing secara rutin, Anda dapat membantu melindungi hewan peliharaan Anda dari infeksi cacing. Selalu konsultasikan dengan dokter hewan untuk mendapatkan saran dan perawatan yang sesuai dengan kondisi kucing Anda.

Ketika kucing peliharaan Anda menunjukkan tanda sakit atau demam, seringkali muncul pertanyaan: apakah Paracetamol bisa untuk kucing? Sayangnya, jawabannya sangat...

Kucing dikenal sebagai hewan yang sering tidur, bahkan hingga 15–20 jam per hari. Namun, ketika Kucing Kamu Terlihat Lesu lebih...

Kucing sering dipandang sebagai hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Namun, ternyata lebih dari sekadar itu, manfaat memelihara kucing bisa...

Ciri-Ciri Kucing Birahi: Panduan untuk Pemilik Anabul September 4, 2025 Masa birahi pada kucing, atau estrus, adalah periode di mana...